Hakim Masa Depan.

Tidak ku kelak bahwa aku tumbuh di lingkungan yang sebagian besar orang-orangnya kerap melakukan cemooh berkedok bercanda. Sometimes, mereka bisa dengan mudah menilai seseorang hanya dengan perspektif yang ada dalam kepalanya. Amat sangat tidak adil, right?

Saya pribadi, sempat mengalami mental breakdown karena penilaian-penilaian mereka.
“Halah, katanya sarjana, tapi nganggurnya lama”,
“Percuma kuliah kalau gajinya UMR, lulusan SMA juga banyak yg bisa kalau cuman UMR”,
“Katanya pintar, kok ga bisa jadi PNS?”.
“Kamu belum kerja juga yah? Anak saya mah sudah, malah dia kerja di tempat yang gajinya tinggi”.

Seperti ini, kuliah bukan berarti bisa  meremehkan orang yang tidak kuliah, atau siapapun. Jangan sok menilai seolah mereka yang tidak kuliah, tidak akan bisa menjadi apa-apa. Pun sebaliknya, jika kalian tidak kuliah, jangan menggiring opini dengan melakukan pembelaan bahwa yang kuliah belum tentu bisa dapat kerja.

Jika kalian di beri rezeky berupa pekerjaan yang bagus dengan gaji tinggi, jangan pernah menganggap rendah orang-orang yang masih berjuang dengan usaha kecilnya. Lagi sebaliknya, jika usaha atau bisnis yang sedang kalian jalankan sukses, jangan pernah mencemooh para pekerja kantoran yang pontang panting lembur tapi gajinya hanya UMR.

Lalu, PNS. Banyak orang masih berpikiran sempit bahwa masa tua hanya bisa terjamin dengan menjadi PNS. Padahal apapun pekerjaannya, jika gigih di usia produktif, maka ia bisa bersantai di masa tua tanpa harus sibuk berpikir mau dapat makan dari mana lagi. Juga untuk orang-orang yang memilih tidak menjadi PNS tapi penghasilannya besar dan masa tua nya terjamin, jangan mencibir mereka yang sedang berjuang untuk daftar PNS.

Aku bersyukur lahir di keluarga yang tetap memupuk cinta bagaimanapun proses hidup yang harus kami lewati. Apalagi berjalan beriringan bersama kelima orang kakak yang tidak pernah mengatur bahwa aku hanya boleh bekerja di jenis dan tempat tertentu. Karena mereka manganut kepercayaan bahwa, selagi pekerjaannya halal dan kita bahagia menjalaninya, maka hasilnya pun akan baik.

Semua punya porsinya masing-masing, jangan pernah menjadi hakim untuk masa depan semua orang. Yang hari ini masih berjuang, boleh jadi esok menjadi orang besar. Dan yang hari ini sudah hidup mapan, dalam sekejap Allah bisa saja mengambil semuanya. Tidak ada satu orang pun yang benar-benar tahu bagaimana setiap orang berjuang untuk meraih impiannya, ada yang selalu gagal tapi tidak pernah berhenti untuk berjuang. Jadi, berhenti menuntut dan mengatur hidup orang lain agar selalu sama dengan kemauanmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: