Untuk Aku, dari Aku ♡︎

Haii, Lina kecil.
Lama tidak mengunjungimu, yah? Maaf karena aku mengabaikanmu dalam waktu yang lama. Maaf sudah menghentikan cerita tentang kamu bertahun-tahun lamanya. Aku terlalu sibuk dengan kata “dewasa” hingga lupa bahwa Lina yang sekarang tidak akan pernah ada jika Lina kecil tak mampu bertahan. Lina dewasa selalu butuh Lina kecil, begitu juga sebaliknya.

Hari ini, akhirnya aku memberanikan diri untuk datang menemui Lina kecil di beberapa tahun yang lalu untuk bercerita tentang banyak hal. Melalui lorong-lorong besar dalam diriku yang selalu ramai, aku datang mengunjungimu. Jika aku bercerita terlalu lama dan terdengar klise, semoga Lina kecil mengerti bahwa Lina dewasa harus berdamai dengan banyak hal sebelum datang menemuinya.

Berhasil menemukan Lina kecil seolah sesak pada Lina dewasa hilang seketika. Beban-beban yang tertahan di pundakku, ibarat belukar tanpa jalan keluar. Sibuk menyenangkan orang lain karena tidak pernah berani untuk tak disukai. Sungguh, Lina dewasa hidup dengan jalan cerita yang sendu, meski yang terlihat kehidupannya lebih baik dari Lina kecil. Tapiii, bukan kah orang-orang tak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dirasakan oleh Lina dewasa?

Haii, Lina kecil.
Kita hebat sekali yah? Berhasil tiba di titik ini. Aku beruntung tumbuh dari Lina kecil yang kuat. Lina kecil yang selalu mengalah dengan banyak hal, Lina kecil yang tidak pernah protes karena mendapat seragam sekolah bekas dari kakaknya, Lina kecil yang setiap pulang sekolah tidak ingin makan jika bukan nasi goreng buatan Ibu, Lina kecil yang yang hanya diantar oleh Ibu saat hari pertama masuk sekolah dasar, lalu setelahnya dibiarkan sendiri, Lina kecil yang selalu dibangunkam Ibu sebelum adzan subuh untuk mandi di sumur belakang rumah lalu bersiap ke sekolah, Lina kecil yang tidak pernah malu membawa banyak jenis dagangan ke sekolah dan tempat mengaji untuk dijual, Lina kecil yang selalu ikut almarhum ayahnya untuk jala ikan di empang, Lina kecil yang selalu berani membawa 2 ekor kuda dan 3 ekor kambing untuk dibawa ke tempat yang banyak rumputnya, Lina kecil yang kaki dan tangannya pernah berdarah-darah karena diseret beberapa meter oleh kambing jantan di tempat yang banyak pecahan belingnya. 

Lina kecil yang selalu diantar ayahnya ke tempat mengaji menggunakan motor jenis Legenda kesayangan ayah, Lina kecil yang setiap mati lampu selalu minta ke ayah untuk diceritakan kisah pertemuannya dengan Ibu, Lina kecil yang setiap malam selalu tidur depan TV lalu ayah akan menggendongnya ke kamar. Juga, Lina kecil yang tidak pernah membayangkan akan ditinggal ayahnya dua hari menjelang ia wisuda sarjana. Lina kecil yang tidak pernah tahu bahwa kehidupannya akan berubah 360 derajat setelah kepergian ayah.

Ada banyak sekali yang ingin kuceritakan pada Lina kecil, tentang jalan-jalan sempit dan penuh rintangan. Perihal orang-orang yang selalu kuanggap kawan, tetapi mereka sebaliknya padaku. Memang benar, kehidupan orang dewasa selalu penuh dengan kejutan. Kejadian-kejadian yang bahkan terlintas pun tak pernah di masa kecil, seolah bom molotov yang meledaknya bersamaan di usia dewasa. Ibarat demonstrasi yang dramatis, ledakan terdengar dimana-mana. Seperti itu lah kehidupan orang dewasa, Lina kecil.

16 Juli di 23 tahun silam, Lina kecil lahir. Lina kecil si periang, yang selalu senang ikut almarhum ayah juga kakak laki-lakinya kemana saja. Lina kecil yang selalu makan makanan apa saja asal almarhum ayah juga memakannya. Lina kecil yang setiap sahur pertama akan dibulatkan nasi oleh ayah, dibacakan niat sahur lalu disuapi. Lina kecil yang tidak pernah tahu bahwa kehidupan orang dewasa layaknya permainan arung jeram juga roller coaster. But, thank u for not to give up. Thank u for just choosing a break and stop at the intersection, then continue the journey again.

Lina dewasa akan selalu bangga pada Lina kecil. Kuharap Lina kecil juga bangga pada dirinya yang sekarang, pada Lina dewasa yang berani mengambil banyak keputusan dalam hidupnya. Pada Lina dewasa yang pandai sekali mengendalikan tombol on-off dalam dirinya. Mulai hari ini, aku akan rajin mengunjungimu, menceritakan semua hal yang kulalui. Sedih ataupun senang, kita sepakat untuk melaluinya bersama.

Lina kecil, tahu tidak? Aku sangat bangga kamu tumbuh menjadi anak yang kuat, kamu hebat sekali 🥺 tetap kuat dan lebih kuat lagi yah? Jangan pernah takut, genggaman tangan kita tidak akan pernah lepas. Aku mencintai Lina kecil, dan akan selalu bangga pada Lina dewasa.

Satu pendapat untuk “Untuk Aku, dari Aku ♡︎

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: